5 Ciri Pembengkakan Jantung dan Metode Perawatan untuk Mengatasinya

Dikenal dengan istilah kardiomegali, pembengkakan jantung terjadi ketika ukuran jantung yang semula sebesar kepalan tangan, menjadi lebih besar dari itu.

Hal ini adalah gejala yang menunjukkan masalah kesehatan tertentu. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa mengetahui apa penyebab dan cara mengatasi pembengkakan jantung lewat ulasan berikut.

Sekilas tentang pembengkakan jantung

Dilansir dari Mayoclinic, istilah “kardiomegali” mengacu pada pembesaran jantung yang terlihat pada tes pencitraan apa pun, termasuk rontgen dada.

Penyebabnya beragam, mulai dari stres jangka pendek seperti kehamilan, atau kondisi medis tertentu, misalnya seperti otot jantung yang melemah.

Kondisi-kondisi tersebut dapat menyebabkan otot jantung menebal, atau membuat salah satu bilik jantung membesar.

Tergantung pada kondisinya, pembengkakan jantung ada yang bersifat sementara maupun permanen.

Baca juga: Yuk, Kenali Bagian-Bagian Jantung dan Fungsinya agar Lebih Paham Menjaga Kesehatannya!

Gejala pembengkakan jantung

Dilansir dari Healthline, kondisi ini terkadang tidak disertai oleh pertanda apapun. Akan tetapi ketika timbul gejala, maka yang umum terlihat di antaranya adalah:

  1. Sesak napas
  2. Irama jantung tidak teratur (aritmia)
  3. Bengkak di kaki dan pergelangan kaki yang disebabkan oleh penumpukan cairan (edema)
  4. Kelelahan, dan
  5. Pusing.

Adapun gejala yang mengindikasikan keadaan darurat medis meliputi:

  1. Nyeri dada
  2. Kesulitan mengatur napas
  3. Nyeri di lengan, punggung, leher, atau rahang
  4. Pingsan

Penyebab pembengkakan jantung

Jantung bisa mengalami pembesaran diakibatkan kondisi bawaan kamu sejak lahir. Selain itu, hal ini juga bisa dipicu oleh beberapa gangguan kesehatan seperti:

Tekanan darah tinggi (Hipertensi)

Hipertensi akan membuat jantung memompa darah dengan kekuatan yang lebih besar dari biasanya. Inilah yang membuat jantung semakin tertekan, dan pada akhirnya mengalami pembengkakan.

Kardiomiopati

Jantung yang ‘melebar’ adalah salah satu jenis kardiomiopati yang paling umum. Gejala lain yang dialami pasien biasanya adalah sesak napas dan pembengkakan pada pergelangan kaki.

Miokarditis

Ini merupakan infeksi jantung yang umumnya disebabkan oleh virus. Penderitanya mungkin akan menunjukkan gejala penyakit akibat virus terlebih dahulu, lalu diikuti gejala gagal jantung seperti kardiomegali.

Penyakit katup jantung

Ketika katup jantung mengalami kerusakan, bisa jadi darah akan mengalir ke belakang, yang berarti ruang jantung yang terkena harus berkontraksi dengan kekuatan lebih besar dari biasanya.

Serangan jantung sebelumnya

Otot jantung yang melemah juga dapat membesar untuk memenuhi kebutuhan pemompaan darah ke seluruh tubuh.

Penyakit tiroid

Kondisi tiroid yang tidak diobati dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, kadar kolesterol darah tinggi, detak jantung tidak teratur, dan pembesaran jantung.

Obesitas

Lemak yang terlalu banyak merupakan faktor risiko tekanan darah tinggi, yang pada akhirnya dapat menyebabkan pembesaran jantung.

Usia tua

Seiring bertambahnya usia, arteri akan kehilangan sebagian elastisitasnya. ‘Pengerasan’ pembuluh darah ini akan menyebabkan tekanan darah tinggi, yang merupakan faktor pemicu jantung membengkak.

Baca juga: Wajib Tahu! Ini 7 Manfaat Omega 3 untuk Jantung yang Jarang Diketahui

Pengobatan jantung yang membesar

Metode perawatan kardiomegali akan sangat tergantung pada penyebab yang mendasari munculnya gangguan ini.

Selain menjalani pola hidup sehat misalnya melalui diet, berhenti merokok, dan olahraga, kamu juga bisa diberikan beberapa tindakan sebagai berikut.

Obat-obatan tertentu

Tujuannya adalah untuk mengobati penyakit pemicu supaya jantung tidak membesar lebih jauh.

Beberapa obat yang bisa diberikan adalah, obat untuk membantu mengontrol tekanan darah tinggi (penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE) dan penghambat beta), serta pil diuretik.

Operasi

Tindakan ini biasanya diberikan untuk mengatasi permasalahan katup jantung yang rusak. Selain itu, bisa juga diterapkan untuk mengobati penyakit arteri koroner.

Dengan membuka sumbatan di pembuluh darah yang memasok oksigen ke jantung, aliran darah ke otot jantung akan meningkat dan mengurangi risiko pembesaran jantung.

Penanaman cardioverter-defibrillator

Ini adalah perangkat yang dimasukkan ke dalam semacam peti untuk memulai ulang fungsi jantung jika berhenti berdetak. Beberapa di antaranya juga dapat membantu jantung memompa lebih efektif.

Risiko komplikasi

Jika tidak mendapatkan penanganan medis dengan segera, kondisi ini sangat bisa menyebabkan beberapa komplikasi yang berbahaya seperti:

Gagal jantung

Bilik jantung sebelah kiri yang membesar sangat dapat menyebabkan gagal jantung, sehingga tubuh tidak akan mendapat aliran darah yang cukup.

Gumpalan darah

Ketika jantung tidak memompa sebagaimana mestinya, darah akan berkumpul dan menggumpal lalu menyebar ke otak dan tersangkut di pembuluh darah. Kondisi ini sangat rentan mengakibatkan terjadinya stroke.

Murmur jantung

Saat katup di jantung tidak menutup dengan benar, ini bisa menciptakan suara abnormal yang disebut murmur.

Gagal jantung

Jika jantung kamu kian membesar dan tidak segera ditangani, besar kemungkinan jantung akan berhenti bekerja dan menyebabkan kematian mendadak.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

 52 total views,  2 views today