Anak Sering Isap Jempol? Hati-hati Bisa Berakibat pada Diastema! – Good Doctor

Tidak selamanya kebiasaan mengisap jempol anak menghasilkan dampak yang buruk pada gigi dan mulut. Meskipun demikian, kalau kebiasaan itu terlalu aktif dan memberikan banyak tekanan juga tidak baik, karena bisa berujung pada masalah gigi, salah satunya diastema.

Jika kebiasaan mengisap jempol ini adalah kegiatan pasif, di mana anak hanya menempelkan jempol mereka di mulut, maka kebiasaan ini tidak akan memberikan dampak yang merusak.

Kenapa anak suka mengisap jempol?

Kebiasaan mengisap jempol ini umumnya dilakukan secara tidak sengaja. Karena mengisap adalah naluri anak, terutama saat mereka masih bayi.

Karena itu, selalu ada dorongan untuk mereka menaruh jempol di mulut. Mengisap jempol ini pun merupakan satu cara yang mereka lakukan untuk merasa aman.

Beberapa anak melakukan kebiasaan ini untuk menenangkan diri atau ketika mereka mau tidur di malam hari. Namun, tanpa disadari hal ini bisa membawa beberapa dampak pada kesehatan gigi dan mulut. 

Apa saja kerusakan gigi yang disebabkan oleh kebiasaan mengisap jempol?

Anak yang terlalu aktif mengisap jempol apalagi dengan memberikan tekanan keras ke gigi dapat merusak susunan gigi, lho. Meskipun terkadang akan kembali normal ketika gigi permanen mulai tumbuh.

Tidak hanya susunan gigi, rahang hingga bentuk dari langit-langit mulut pun bisa rusak karena kebiasaan ini. Selain itu, anak bisa terpapar oleh debu, bakteri dan virus jika tangan tidak bersih.

Kerusakan jangka panjang

Beberapa kerusakan jangka panjang dari kebiasaan mengisap jempol adalah:

  • Overbite atau tonggos, kondisi di mana gigi atas bagian depan menonjol ke luar dari rahang dan mulut
  • Masalah susunan gigi lain, seperti misalnya bagian bawah mengarah ke bagian belakang mulut. Atau kondisi lain saat bagian atas dan bawah gigi tidak saling bertemu saat mulut terkatup
  • Perubahan bentuk rahang, yang mana memengaruhi susunan gigi atau pola bicara. 
  • Langit-langit mulut menjadi sensitif.

Kebanyakan dari masalah ini akan hilang atau perkembangannya berhenti ketika anak berhenti mengisap jempol saat gigi permanen mulai tumbuh. Namun, kalau anak tetap mengisap jempol dalam waktu yang lama dan kasar, maka risiko timbulnya kerusakan di atas akan semakin besar.

Pengaruh isap jempol dengan diastema

Diastema merupakan kondisi adanya celah antara gigi. Celah ini bisa terjadi di mana saja, tapi yang paling terlihat adalah di antara dua gigi depan bagian atas.

Kondisi ini bisa terjadi pada anak ketika gigi permanen mereka mulai tumbuh. Pada beberapa kasus diastema tidak mudah dilihat karena jaraknya yang sempit, tapi ada juga yang lebar dan memengaruhi penampilan anak.

Kebiasaan mengisap jempol sendiri menjadi salah satu penyebab dari timbulnya diastema pada anak. Hal ini terjadi karena gerakan mengisap yang dilakukan akan memberikan tekanan kepada gigi depan sehingga membuatnya tertarik ke depan.

Hal serupa juga ditemukan dalam penelitian di Brasil yang menyebut kebiasaan mengisap jempol ini memperparah diastema. Pada penelitian tersebut, subjek penelitian mengalami diastema hingga 9 mm.

Sampai kapan kebiasaan mengisap jempol ini berlangsung?

Situs kesehatan Healthline.com menganjurkan agar kamu mengawasi kebiasaan ini. Segera konsultasikan pada dokter anak kalau kebiasaan ini masih tetap berlangsung dan sering di usianya yang ke-4.

Kebanyakan anak akan mulai berhenti mengisap jempol mereka di usia 2-4 tahun. 

Bagaimana cara menghentikan kebiasaan mengisap jempol ini?

Untuk menghindari efek samping dari kebiasaan mengisap jempol, termasuk diastema, maka kamu harus berusaha agar anak menghentikan kebiasaan ini. Cara ini juga lah yang diterapkan oleh para peneliti di Brasil selagi mereka menerapkan pengobatan pada diastema subjek penelitian. 

Pada penelitian tersebut, peran orangtua menjadi penting dalam menentukan keberhasilan menghentikan kebiasaan isap jempol ini. Oleh karena itu, kamu harus bisa berbicara kepada mereka, terutama jika usia mereka sudah lebih dari 4 tahun.

Jika anak sudah memasuki usia prasekolah dan sudah memiliki banyak teman, terkadang dorongan atau tekanan dari rekan seusia mereka dengan sendirinya akan membuat anak menghentikan kebiasaan ini.

Terkadang dengan kamu mengacuhkan kebiasaan ini pun bisa jadi satu langkah efektif untuk menghentikan kebiasaan isap jempol ini. Karena pada beberapa anak, mereka melakukan hal itu untuk menarik perhatian dan tidak mau dilarang.

Demikianlah penjelasan tentang kebiasaan mengisap jempol yang bisa memengaruhi timbulnya kelainan pada susunan gigi, terutama diastema. Jangan biarkan anak terus melakukan kebiasaan yang berdampak pada kesehatan, ya!

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kami yang sedia 24/7 di Good Doctor, ya! Caranya, buka aplikasi Grab dan pilih fitur Grab Health, atau langsung klik di sini!

 246 total views,  2 views today