Bekerja Melawan Bakteri dan Virus, Begini Cara Kerja Sistem Imun dalam Tubuh!

Sistem imun terdiri dari organ khusus, sel, dan bahan kimia yang bertugas melawan infeksi atau mikroba. Selama sistem kekebalan berjalan lancar, kamu tidak akan menyadarinya. Namun, ketika berhenti bekerja dengan semestinya maka bisa membuat tubuh rentan terserang penyakit.

Beberapa kuman bisa membuat tubuh jatuh sakit dengan mudah ketika pertama kali bersentuhan, termasuk penyakit masa kanak-kanak yakni cacar air.

Nah, untuk mengetahui cara kerja sistem imun manusia lebih lanjut yuk simak penjelasannya berikut ini!

Baca juga: Diabetes Sebabkan Keringat Berlebihan? Ini Penjelasan Medis dan Cara Mengatasinya!

Bagaimana cara kerja sistem imun manusia?

Bagian utama sistem imun, yakni sel darah putih, antibodi, sistem pelengkap, sistem limfatik, limpa, dan sumsum tulang. Beberapa bagian dari sistem kekebalan inilah yang secara efektif melawan infeksi.

Dilansir Kidshealth.org, ketika tubuh merasakan zat asing atau disebut antigen maka sistem imun bekerja untuk mengenali kemudian membuangnya. Limfosit B dipicu untuk membuat antibodi atau disebut juga imunoglobulin yakni protein yang bertugas mengunci antigen tertentu.

Fungsi sel T untuk menghancurkan zat asing

Setelah dibuat, antibodi biasanya tinggal di tubuh jika sewaktu-waktu harus melawan kuman yang sama lagi. Itulah sebabnya, seseorang yang pernah menderita penyakit tertentu termasuk cacar air biasanya tidak akan terkena lagi.

Meskipun antibodi dapat mengenali antigen dan mengunci, namun tidak bisa menghancurkannya tanpa bantuan. Nah, disini menjadi tugas sel T untuk menghancurkan antigen di mana ditandai oleh antibodi atau sel yang terinfeksi.

Sel ini juga membantu memberi sinyal pada sel lain untuk melakukan tugasnya. Antibodi juga bisa membantu menetralkan racun yang diproduksi oleh organisme berbeda dan mengaktifkan sekelompok protein yang disebut komplemen.

Sel-sel khusus dan bagian dari sistem kekebalan ini menawarkan perlindungan tubuh terhadap penyakit. Perlu diketahui, manusia memiliki tiga jenis kekebalan dalam tubuhnya yakni sebagai berikut:

Kekebalan bawaan

Setiap orang terlahir dengan kekebalan bawaan atau alami, yakni sejenis perlindungan umum. Misalnya, kulit bertindak sebagai penghalang untuk menghalangi kuman yang masuk ke dalam tubuh.

Sistem kekebalan mengenali saat penyerang tertentu asing dan bisa berbahaya masuk ke dalam tubuh.

Kekebalan adaptif

Kekebalan adaptif atau aktif pada tubuh berkembang sepanjang hidup. Umumnya, manusia mengembangkan kekebalan adaptif ketika terkena penyakit atau ketika diimunisasi dengan vaksin. 

Kekebalan pasif

Kekebalan pasif dipinjam dari sumber lain dan bertahan untuk waktu yang singkat. Sebagai contoh, antibodi dalam ASI memberi bayi kekebalan sementara terhadap penyakit yang diderita ibu.

Cara menjaga sistem kekebalan tubuh

Untuk mencegah beberapa penyakit kamu bisa melakukan imunisasi atau vaksin. Imunisasi memperkenalkan tubuh pada antigen dengan cara yang tidak membuat seseorang sakit.

Namun, hal tersebut memungkinkan tubuh membuat antibodi yang akan melindungi orang tersebut dari serangan kuman di masa depan. 

Jika orang yang divaksinasi terpapar virus, bakteri, atau toksin yang sebenarnya, maka tidak mudah terinfeksi karena tubuh akan mengenalinya dan mengetahui cara untuk menyerang. Vaksin biasanya tersedia untuk melawan banyak penyakit, termasuk campak dan tetanus.

Imunisasi atau vaksin yang dibutuhkan biasanya ditentukan oleh berbagai faktor. Terdapat beberapa faktor yang membuat seseorang harus mendapatkan imunisasi, antara lain sebagai berikut:

Riwayat medis

Beberapa kondisi atau faktor kesehatan mungkin membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit sehingga perlu dicegah dengan mendapatkan vaksin. Beberapa kondisi kesehatan yang dimaksud, seperti kelahiran prematur, asma, diabetes, jantung, paru-paru, limpa, hingga HIV.

Usia

Pada usia tertentu, kamu membutuhkan perlindungan dari berbagai penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin. Imunisasi atau vaksin biasanya direkomendasikan untuk bayi, anak-anak, orang tua, dan orang lain yang berisiko.

Gaya hidup

Pilihan gaya hidup dapat berdampak pada kebutuhan imunisasi. Bepergian ke luar negeri, aktivitas seksual, merokok, dan sering melakukan kontak langsung dengan orang lain menjadi faktor yang mengharuskan kamu untuk mendapatkan imunisasi tambahan atau lebih sering.

Baca juga: Penyebab Kanker Tulang Secara Umum dan Faktor Risiko yang Mungkin Menyertai

Informasi kesehatan lainnya bisa ditanyakan pada dokter di Good Doctor. Konsultasikan juga secara online hanya di Grabhealth Apps, atau klik link ini ya!

 196 total views,  2 views today