Punya Insomnia Akut? Jenis Obat Tidur Ini Patut Kamu Coba

Beberapa orang mengalami kesulitan tidur saat malam hari. Tentu saja hal itu akan menimbulkan beberapa gangguan kesehatan. Berikut ini beberapa jenis obat tidur di apotek bagi kamu yang alami kesulitan tidur. 

Jenis-jenis obat tidur 

Beberapa orang memang menderita kesulitan tidur di malam hari atau insomnia. Namun jika kamu melakukan olahraga rutin, dan menghindari alkohol serta nikotin, tentu saja dapat meningkatkan siklus tidur dan mencegah insomnia.

Berikut ini adalah beberapa obat tidur di apotek yang paling efektif seperti dilansir dari Medical News Today

1. Melatonin

Saat malam hari, otak menghasilkan hormon yang disebut melatonin. Hormon ini mengatur siklus tidur seseorang hingga bangun di pagi hari dengan memberi sinyal pada tubuh bahwa sudah hampir waktu untuk tidur.

Otak akan lebih sedikit produksi hormon melatonin saat kamu terbangun dan lebih banyak saat tidur. Usia pun juga berperan dalam produksi hormon melatonin ini, semakin tua seseorang, semakin sedikit melatonin yang dihasilkan.

Obat tidur yang mengandung melatonin cenderung efektif untuk orang yang alami gangguan tidur ritme sirkadian, yaitu masalah dengan waktu tidur atau bangun. Melatonin sangat membantu orang seperti:

  • Mengalami jet lag
  • Mengalami kesulitan tidur di malam hari
  • Mengatasi pekerjaan shift

Dalam beberapa tahun terakhir, produsen telah memasarkan makanan ringan dan minuman yang mengandung melatonin sebagai produk “relaksasi”.

Suplemen melatonin tersedia tanpa resep di apotek, supermarket, dan toko online. Obat tidur ini pada umumnya memiliki dosis 1-5 miligram (mg), dan seseorang harus meminumnya sebelum tidur.

2. Jenis obat antihistamin

Antihistamin penenang dapat membantu orang yang sulit tidur saat malam hari. Beberapa antihistamin, biasanya digunakan orang untuk mengatasi alergi dan dapat membuat ngantuk. 

Meskipun tidak semua antihistamin memiliki efek ini, terkadang orang menggunakan antihistamin generasi pertama untuk membantu tidur atau meredakan ketegangan dan kecemasan.

Berikut ini adalah antihistamin generasi pertama:

  • Diphenhydramine, bahan aktif dalam Benadryl
  • Doxylamine, bahan aktif di Unisom
  • Cyclizine, bahan aktif di Marezine

Sementara, antihistamin generasi kedua cenderung tidak menyebabkan kantuk. Obat ini untuk mengobati gejala alergi jangka panjang, dan tidak efektif sebagai obat tidur. Berikut ini adalah antihistamin generasi kedua nonsedasi:

  • Setirizin, bahan aktif di Zyrtec
  • Loratadine, bahan aktif di Claritin
  • Fexofenadine, bahan aktif di Allegra

Seorang dokter mungkin merekomendasikan antihistamin penenang, tetapi hanya sebagai solusi jangka pendek. Meskipun tidak membuat ketagihan, tubuh akan terbiasa dengan cepat, sehingga efektifitasnya berkurang seiring waktu.

Baca juga: Bisa Bikin Kantuk, Amankah Mengonsumsi CTM sebagai Obat Tidur?

3. Akar valerian

Valerian adalah tanaman. Orang telah menggunakan khasiat obat ini sejak zaman Yunani dan Roma kuno. Akar valerian adalah bahan umum dalam suplemen herbal yang digunakan untuk meningkatkan kualitas tidur, menghilangkan kecemasan, dan mendukung relaksasi.

Obat tidur jenis ini tersedia dalam berbagai bentuk, seperti teh, cairan, dan kapsul.

Beberapa studi klinis seperti dilansir dai Medical News Today menunjukkan bahwa mengonsumsi valerian dapat meningkatkan kesan kualitas tidur pada penderita insomnia.

Namun, tidak cukup bukti yang tersedia untuk memastikan apakah akar valerian merupakan bantuan tidur yang efektif. Alat bantu tidur berbasis akar valerian tersedia di apotek, toko makanan kesehatan, dan toko online.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar kesehatan? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Caranya, buka aplikasi Grab kemudian pilih fitur Kesehatan, atau langsung klik di sini.

 198 total views,  2 views today