Yuk Ketahui, Ini Dia Beberapa Penyakit yang Bisa Dicegah dengan Aktif Bergerak

Aktif bergerak atau rutin berolahraga dapat membantu mengurangi risiko beberapa penyakit kronis. Olahraga memang diketahui memiliki banyak manfaat lain, terutama jika dibarengi dengan pola hidup. Nah, untuk mengetahui informasi lebih lanjut yuk simak penjelasan berikut.

Baca juga: Daftar Makanan & Buah untuk Asam Lambung yang Aman Dikonsumsi: Mulai dari Pisang hingga Persik

Beberapa penyakit yang bisa dicegah dengan aktif bergerak

Dilansir dari Mayo Clinic, jika kamu memiliki kondisi kronis maka olahraga bisa membantu mengelola gejala dan meningkatkan kesehatan. Latihan interval intensitas tinggi umumnya aman dan efektif bagi kebanyakan orang.

Dalam latihan interval intensitas tinggi, kamu bisa bergantian dengan olahraga yang kurang intens untuk waktu singkat.

Latihan kekuatan juga dapat meningkatkan kekuatan dan daya otot, mempermudah aktivitas sehari-hari, memberikan stabilitas pada persendian, dan menghindari masalah terkait penyakit.

Latihan fleksibilitas sering kali dianjurkan karena dapat membantu kamu mendapatkan rentang gerak yang optimal di sekitar sendi. Nah, selain itu ada beberapa jenis penyakit yang bisa dicegah dengan aktif bergerak di antaranya:

Penyakit jantung

Olahraga teratur dapat membantu meningkatkan kesehatan organ tubuh penting, terutama jantung. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa latihan interval sering kali dapat ditoleransi dengan baik pada orang dengan penyakit jantung. 

Aktivitas fisik harian akan mencegah penyakit jantung dan stroke dengan memperkuat otot jantung, menurunkan tekanan darah, meningkatkan kadar HDL, dan menurunkan kadar LDL.

Pengoptimalan faktor tersebut bisa memberikan manfaat tambahan, berupa penurunan risiko penyakit vaskular perifer.

Diabetes

Melakukan olahraga secara teratur bisa membantu insulin menurunkan kadar gula darah dengan lebih efektif. Tak hanya itu, aktivitas fisik juga dapat mengontrol berat dan meningkatkan energi tubuh.

Jika kamu menderita diabetes tipe 2, maka olahraga akan membantu menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung. Rutin berolahraga mampu mencegah dan mengendalikan diabetes jenis ini dengan mengurangi lemak tubuh.

Obesitas

Aktivitas fisik membantu mengurangi lemak tubuh dengan membantu atau memelihara massa otot dan meningkatkan kemampuan tubuh untuk menggunakan kalori.

Perlu diketahui, latihan fisik ini harus dikombinasikan dengan nutrisi yang tepat untuk mengontrol berat badan dan mencegah obesitas.

Sakit punggung dan radang sendi

Latihan aerobik yang teratur dapat meningkatkan kekuatan dan daya tahan di punggung serta fungsi otot. Tak hanya itu, olahraga rutin seperti latihan otot perut dan punggung mampu membantu mengurangi gejala dengan memperkuat otot di sekitar tulang belakang.

Radang sendi juga bisa dicegah dengan olahraga karena bisa mengurangi nyeri, membantu menjaga kekuatan otot sendi, dan mengurangi kekakuan sendi. Rutin latihan fisik juga dapat meningkatkan fungsi fisik dan kualitas hidup orang yang menderita radang sendi.

Kanker

Aktif bergerak bisa membantu meningkatkan kualitas hidup orang yang pernah menderita penyakit kanker. Beberapa manfaat lain yang mungkin didapatkan, antara lain menurunkan risiko kematian akibat kanker payudara, kolorektal, dan prostat.

Demensia

Salah satu penyakit serius yang bisa dihindari dengan aktif bergerak, yakni demensia. Olahraga dapat meningkatkan kognisi pada penderita demensia dan berisiko lebih rendah mengalami gangguan kognitif atau demensia di masa tua. 

Latihan fisik yang aman dilakukan

Dokter mungkin akan merekomendasikan latihan khusus untuk mengurangi rasa sakit atau membantu kekuatan otot tubuh. Bergantung pada kondisi tubuh, kamu mungkin juga perlu menghindari latihan tertentu sama sekali.

Dalam beberapa kasus, mungkin perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli terapi fisik sebelum mulai berolahraga. Jika kamu mengalami nyeri punggung bawah, maka bisa memiliki aktivitas aerobik berdampak rendah seperti berjalan dan berenang.

Sementara itu, untuk penderita radang sendi perlu melakukan latihan yang bergantung pada jenis sendi yang terlibat. Konsultasikanlah bersama dokter ahli terapi fisik untuk membuat rencana olahraga yang akan memberikan manfaat maksimal dengan sedikit kemungkinan cedera.

Beritahu juga dokter mengenai ketidaknyamanan yang mungkin terjadi selama atau setelah berolahraga. Apabila menderita penyakit jantung dan merasakan gejala berupa pusing, sesak napas yang tidak biasa, nyeri dada, dan detak jantung tidak teratur maka segera hentikan olahraga.

Baca juga: Jenis-jenis Tepung Tinggi Protein yang Bergizi dan Kaya Manfaat

Informasi kesehatan lainnya bisa ditanyakan pada dokter di Good Doctor. Konsultasikan juga secara online hanya di Grabhealth Apps, atau klik link ini ya!

 228 total views,  2 views today